Tampilkan postingan dengan label Kab. Buleleng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kab. Buleleng. Tampilkan semua postingan

Air Terjun Gitgit

Obyek wisata Air terjun Gitgit atau gitgit waterfall menawarkan keindahan air terjun, dengan segarnya air pegunungan alami dengan lingkungan hutan alami. Tempat ini cocok untuk pecinta wisata treking, dengan medan berkelok dan naik turun. Anda juga bisa berendam di sini. Air terjun ini merupakan air terjun tertinggi di Bali.

Terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Dari kota Singaraja berjarak 11 km kea rah Selatan, dari Denpasar berjarak 90 km. Mempunyai ketinggian 35 meter, menawarkan keindahan sangat yang sangat asri dan mempesona, hawanya begitu sejuk. Anda bisa menikmati pemandangan sawah, menikmati kicauan burung, sepanjang perjalanan kaki dari areal parkir menuju lokasi air terjun.

Kalau anda datang dari kawasan Denpasar, dapat menikmati pemandangan menarik sepanjang jalan. Selepas Bedugul dengan danau Beratan yang segar, kita akan melewati jalan menanjak dengan ratusan monyet di pinggir jalan. Monyet-monyet ini persis berada di bagian tertinggi Bedugul, dan dijamin tidak akan mengganggu kita.

Air Terjun Singsing

Pesona obyek wisata ini tentu saja pemandangan alam indah dan keteduhannya. Air terjun yang deras dan bergemuruh membawa suasana yang romantis.

Tidak selalu air terjun ini menyurahkan airnya dengan deras. Pada musim panas, volume air terjun relatif menurun. Namun, tetap saja air terjun ini menebarkan pesonanya yang luar biasa.

Jalan menuju air terjun yang sedikit mendaki merupakan jalur yang mengasyikkan untuk trekking. Letaknya yang tidak jauh dari kawasan Lovina, membuat obyek ini menjadi semacam bonus bagi wisatawan yang datang jauh-jauh ke pantai Lovina.

Tidak jauh dari air terjun Singsing ini, terdapat monumen Belanda. Monumen ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk memperingati tewasnya seorang Perwira Belanda dalam Perang Banjar tahun 1868. Tahun 1956 monumen ini sempat dihancurkan karena dianggap menghormati penjajah. Tetapi tahun 1992 monumen ini dibangun kembali oleh Pemerintah dengan alasan bahwa sejarah tidak bisa dihapus begitu saja.

Air Terjun Singsing terletak di Desa Temukus, tiga kilometer dari Lovina. Jadi sekitar 104 kilometer dari Kuta. Untuk menuju obyek wisata ini Anda dapat mengendarai kendaraan bermotor sampai ke jurusan desa Tigawasa. Sebuah penunjuk arah akan memandu Anda menapaki jalan setapak sepanjang lebih-kurang 600 meter. Di situlah air terjun pertama. Anda harus mendaki lagi melewati jalan yang terjal untuk sampai ke air terjun kedua.

Fasilitas parkir yang dibangun masyarakat cukup luas dan bagus. Warung di sekitar kawasan ini pun telah tersedia. (jjb)

Danau Buyan dan Danau Tamblingan

Danau Buyan dan Danau Tamblingan seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat memesona. Keaslian alam di dua danau itu masih terasa kuat. Tak ada perahu bermotor di sini. Masyarakat setempat menggunakan perahu-perahu kecil untuk memancing.

Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan memancing. Adanya kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.

Kedua danau ini berlokasi di Kecamatan Sukasada, 21 kilometer sebelah Selatan Kota Singaraja, terletak di pinggir jalan Denpasar-Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 1.000 meter dari permukaan laut menyebabkan udaranya agak sejuk dan dingin pada malam hari. Danau Tamblingan dapat dicapai melalui pertigaan ke arah Desa Munduk, desa Gobleg dan tembus di Lovina. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri, dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.

Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir untuk mobil di tepi danau. Ada juga penyewaan perahu untuk keperluan memancing atau sekadar berekreasi. (jjb)

Pantai Lovina

Nama Lovina diberi oleh Anak Agung Panji Tisna, sastrawan modern Bali yang terkenal itu. Nama Lovina diambil oleh Panji Tisna dari nama hotel kecil di India yaitu Lafeina yang pernah diinapinya saat menulis buku dengan judul Ni Ketut Widhi.

Versi lain mengatakan bahwa nama Lovina ini diambil dari adanya dua pohon banten yang kemudian tumbuh saling berpelukan. Dalam bahasa latin nama ini memiliki arti saling mengasihi.

Pantai Lovina terletak di desa Kalibukbuk, sekitar sembilan kilometer sebelah barat kota Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng. Singaraja sendiri jauhnya sekitar 88 kilometer dari Kuta.

Pantai Lovina merupakan satu dari sekian obyek wisata yang menawan di Bali Utara. Suasananya yang alami dan udaranya yang segar membuat para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Seperti halnya Kuta, pantai Lovina juga merupakan tempat yang menarik untuk menikmati sunset.

Keindahan suasana alam tersebut diimbuhi dengan atraksi lumba-lumba yang hidup bebas di lepas pantai ini. Dengan menyewa perahu Anda dapat menyaksikan dari dekat atraksi lumba-lumba di tengah laut. Anda akan merasakan betapa asyiknya berada di alam bebas dikerubuti puluhan lumba-lumba dengan gayanya yang jenaka. Biasanya, gerombolan ikan berwarna hitam-putih itu hanya muncul sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 waktu setempat.

Selain atraksi lumba-lumba, pantai Lovina juga asyik untuk mandi dan berjemur. Pantai ini pun menyenangkan untuk snorkeling, diving dan aktivitas dalam air lainnya, karena terumbu karangnya yang indah.

Sebagai sebuah kawasan wisata, fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Penginapan, toko, dan tempat makan dapat Anda temukan dengan mudah, dan tersedia hingga larut malam. Memang, jika dibandingkan dengan Kuta, legian dan Seminyak, kawasan wisata ini tampak jauh lebih lengang. Mungkin karena kurangnya fasilitas hiburan. Namun, bagi banyak wisatawan, justru pada keheningan itulah daya pikat Lovina. Di kawasan Lovina Anda dapat menikmati liburan tanpa harus berdesak-desakan atau terganggu kebisingan.

Untuk mencapai pantai Lovina, Anda bisa datang dengan menumpang angkutan umum, taksi, atau membawa kendaraan sendiri. (jjb)

Pura Ponjok Batu

Kawasan Pura Ponjok Batu merupakan sebuah tanjung yang terdiri atas bebatuan. Dari celah–celah batu tersebut tumbuh pohon Kamboja dan semak belukar. Meski semak, ia tampak indah berpadu dengan batu karang yang hitam. Beberapa sumber air bertebaran di sekitar lokasi pura. Penduduk setempat memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari.

Dalam bahasa Bali ponjok batu berarti Tanjung Batu. Lingkungan Pura yang terletak sekitar 24 kilometer di sebelah timur Singaraja ini merupakan lingkungan pura tempat pemujaan umum untuk mohon keselamatan. Pura ini berada persis di pinggir jalan raya menuju Amlapura. Di seberang jalan tersebut terlihat pemandangan Laut Jawa yang terbentang luas.

Di samping keindahan alamnya, lagi-lagi daya tarik pura ini adalah keindahan arsitekturnya yang gaya khas yakni seluruh bangunan terbuat dari susunan batu batu alam yang terdapat di sekitar lokasi. (jjb)

Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat merupakan bentang alam yang luasnya 77.162,5 hektar. Dewasa ini masih berstatus suaka margasatwa (kurang lebih 2.250 hektar) dan perairan pantai yang berbatasan sepanjang satu kilometer dari garis pantai. Taman Nasional Bali Barat ini merupakan kawasan perlindungan dan pelestarian alam yang menyakup hewan, tumbuhan, beserta ekosistemnya.

Binatang khas yang terdapat di kawasan ini adalah jalak putih Bali (Leuoeopsar rhotsehildi) dan banteng (Bos Javanicus). Jenis tumbuhan khas yang tumbuh di kawasan ini adalah sawo kecik (manilkara kooki) dan lontar (Borrassus Flellifer).

Beberapa daerah di kawasan hutan ini merupakan obyek rekreasi terbatas, di antaranya daerah Teluk Terima, daerah Sumberejo dan daerah Station Relay Micro Wave di Klatakan. (jjb)

Pura Rambut Siwi

Pura Rambut Siwi terletak di Desa Yeh Embang, sebelah timur kota Negara, ibukota kabupaten Jembrana. Jaraknya sekitar 18 kilometer. Jika Anda berangkat dari Kuta, Anda harus menempuh jarak sejauh 88 kilometer.

Asal mula Pura Rambut Siwi tertuang dalam lontar Dwijendra Tatwa. Keberadaan pura ini sangat terkait dengan mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur ke Bali pada tahun 1411 Caka atau tahun 1489 masehi. Ceritanya, ketika Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi. Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau.

Karena diharuskan, menyembahlah beliau di pura tersebut. Ternyata pura tersebut menjadi hancur berantakan. Melihat itu, penjaga pura akhirnya mohon maaf kepada Mpu Dang Hyang Nirartha. Di samping itu, penjaga pura mohon agar pura itu dikembalikan pada keadaan semula. Atas kesaktian Mpu Dang Hyang Nirartha, pura itu pun kembali utuh seperti sebelumnya. Lalu Mpu Dang Hyang Nirartha mengambil sehelai rambut beliau dan meletakkanya di pura tersebut untuk dijadikan sarana pemujaan. Sejak itulah pura tersebut bernama Pura Rambut Siwi.

Kisah lain, Dang Hyang Nirartha dalam perjalanannya di Bali sempat tinggal di Desa Gading Wani. Beliau mendengar di desa itu masyarakatnya sedang dilanda sakit keras. Bahkan, tidak sedikit yang meninggal akibat sakit yang dideritanya. Kedatangan Dang Hyang Nirartha di desa itu berhasil menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat. Karena itu pula, masyarakat berharap agar Dang Hyang Nirartha bisa tetap tinggal di desa itu.

Sayang, Dang Hyang Nirartha tidak bisa memenuhi keinginan warga setempat, sebagai gantinya, beliau menghadiahkan sehelai rambutnya sebagai jimat untuk menolak wabah penyakit. Rambut inilah yang kemudian dipuja (Siwi) dan dibuatkan tempat suci sebagai tempat penyimpanan. Karena itulah pura tersebut dinamakan Pura Rambut Siwi.

Pura Rambut Siwi terletak di pinggir pantai selatan Pulau Bali bagian barat, lebih kurang 200 meter dari jalan raya jurusan Denpasar-Gilimanuk. Jadi mudah dijangkau dengan kendaraan apa pun. Waktu kunjungan yang paling baik adalah pada sore hari sebelum matahari terbenam. (jjb)

 
Copyright © 2012-2016 Wisata di Bali | Didukung oleh Blogger | Desain dan Maintenance oleh IGde Darsana